Tampilkan postingan dengan label Crime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Crime. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Agustus 2019

Viralkan dan Tangkap si Bangsat Yang Mengancam Ingin Pengal Kepala Jokowi

Pria Ini Ancam Penggal Kepala Jokowi, Viralkan dan Tangkap si Bujang Jahanam Ini!

AURORA: Nyinyir atau kritik terhadap kinerja presiden juga bisa disebut demokrasi, tetapi semua punya batas, janganlah kita menghina, apalagi mengancam. Karena presiden adalah simbol negara yang harus kita hormati, jika kita memimpin ancaman kematian.


Ancaman pemenggalan menyangkut martabat semua orang Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia harus segera mengambil langkah untuk menghentikan para pelaku. Pada demonstrasi Bawaslu kemarin, 11 Mei 2019, disutradarai oleh Kivlan Zen dan Eggi Sudjana.


menyiarkan rekaman video sekelompok remaja, salah satunya adalah seorang bajingan yang mengancam akan memenggal Presiden Jokowi, itulah yang dia katakan.


Weee Poso siap memotong kepala Jokowi, sementara teman-temannya mengizinkannya. Kemudian bajingan itu berkata lagi: Jokowi siap untuk memotong lehernya ... dari Poso ... Demi Allah!


Benarkah lelaki yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi itu dari Poso? Tampaknya ini hanya langkah untuk mengaburkan identitas pelaku yang bersangkutan. Kerumunan di media sosial telah mengungkapkan identitas sebenarnya dari penulis, Dheva Suprayoga, seorang siswa Kebumen.

BACA JUGA: Polwan Calon Istri Ahok Bening dan Cantik

Namun sayangnya, kenyataan bahwa pria dalam video yang mengancam Jokowi sebenarnya bukan Dheva, jika wajahnya juga berbeda, Dheva lebih tampan dan memiliki kumis melengkung tipis, bukan artikel kotor seperti penulis.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Sabtu, 03 Agustus 2019

Diiklankan 'Rela Digilir' usai Utang di Fintech Ilegal, Wanita Ini Lapor LBH

Diiklankan Rela Digilir usai Utang di Fintech Ilegal, Wanita Ini Lapor LBH

AURORA: Sungguh malang nasib YI, gara gara terjerat pinjaman melalui aplikasi fintech yang diduga ilegal. Selain dipermalukan oleh seseorang dengan munculnya iklan terkait dirinya yang menawarkan jasa seksual, perempuan asal Kota Solo juga nyaris dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja.


Direktur Lembaga Bantuan Hukum Solo Raya I Gede S Putra mengungkapkan, YL saat ini dalam kondisi sakit gara gara munculnya sebuah iklan di media sosial bergambar dirinya yang menawarkan jasa seksual. Iklan di medsos ini bahkan telah viral dan diketahui oleh pimpinannya di perusahaan.


”Pinjamannya sekitar Rp5-10 juta, tapi disebarkan kemana mana hingga sakit. Tempat kerjanya sudah memberikan surat peringatan 1 dan 2,” kata I Gede S Putra.


Peminjaman dilakukan sekitar 20 Juni lalu dan cair melalui rekening bank. Ketika mengajukan peminjaman, sebelumnya diverifikasi dengan menyertakan KTP, nomor HP, dan foto diri dengan menunjukkan KTP.


Cicilan harus dibayar mingguan senilai ¼ dari nilai pinjaman. Setelah tidak bisa membayar pada cicilan kedua dan ketiga, kemudian muncul iklan di medsos yang melecehkan YI. ”Dalam satu dua hari sudah menyebar ke ratusan orang,” paparnya.

BACA JUGA: Viral, Keledai Jadi Penyanyi Latar Lagu Lion King

Di medsos dengan wajah YI yang menawarkan jasa layanan seksual diduga dilakukan oleh fintech yang memberi pinjaman.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Jumat, 02 Agustus 2019

Perampok Uang Rp400 Juta dari Mobil Vendor Pengisian Mesin ATM Dibekuk

Perampok Uang Rp400 Juta dari Mobil Vendor Pengisian Mesin ATM Dibekuk

AURORA: Para petugas berhasil menangkap sekelompok pencuri yang telah melarikan diri 400 juta rupee dari supermarket Irian di persimpangan Jalan Bahagia di distrik Medan Kota.


Reskrim Polrestabes Medan, anggota AKBP Putu Yudha Prawira, membenarkan bahwa para pelakunya telah ditangkap oleh tim gabungan polisi Pegasus Polrestabes dan polisi dari wilayah Medan Kota.


Namun sayangnya, Putu tidak mau memberikan informasi terperinci tentang identitas pelaku, tetapi tidak mau menyebutkan secara spesifik. (Lihat juga: Penjual mobil memuat ATM curian, ratusan juta hilang)


Dia hanya menjelaskan bahwa penyerang telah melarikan diri uang dari agen ATM ketika mereka ingin membawanya ke mobil seorang penjual kulit hitam dengan nomor polisi B 1005 SKV.


Dalam video sirkuit CCTV, dua penulis terlihat. Salah satu dari mereka mengendarai sepeda motor otomatis dan rekannya tampaknya mengikuti agen Abacus untuk mengambil uang di Irian Supermarket.

BACA JUGA: Pilot Gadungan Ini Tipu 20 Warga dengan Modus Janjikan Pekerjaan

Ketika petugas ingin memasukkan uang itu ke dalam brankas, penyerang kemudian mengambilnya dan segera melompat dengan sepeda yang menunggu dan kemudian melarikan diri.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Bejat! Pasutri Ini Tega Aniaya dan Perkosa Anak Tiri

Hasil gambar untuk ILUSTRASI KORBAN PEMERKOSAAN

AURORA: Seorang gadis bernama Bunga (umur 14) menjalani ujian berat dan dianiaya hingga beberapa kali diperkosa oleh kedua mertuanya. Sekarang, Bunga dipisahkan dari tekanan dua pelaku yang telah ditangkap oleh polisi, tetapi hidupnya sendirian.


Ayah mertuanya Joko Setiawan (43) dan Eti Sumi ditangkap oleh polisi dari Kantor Polisi Tungkal Jaya, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel). Sementara ibu kandungnya meninggal setelah menjadi pekerja migran, ayah mertuanya Joko menikahi Eti Sumi.


Kedua pelaku itu ditangkap di Kecamatan Tungkal Jaya, desa Beji Mulyo. Mereka berdua ditangkap berdasarkan laporan dari tetangga yang korbannya mengatakan kepadanya tentang penderitaan dalam hidupnya. Menurut laporan, korban terakhir diperkosa pada hari Rabu.


Korban terakhir diperkosa oleh pelaku beberapa minggu yang lalu. Menurut laporan ini, kami menangkap mereka berdua, "kata kepala polisi Tungkal Jaya Iptu Herman Junaidi, perwakilan dari kepala polisi Muba AKBP Andes Purwanti.


Peristiwa tragis yang terjadi pada korban dimulai dengan pernikahan penulis Joko dengan ibu korban. Setelah menikah, sang ibu pergi ke Malaysia sebagai pekerja migran, sementara korban tinggal bersama neneknya di Jawa.

BACA JUGA: Fotografer Gila Menyelam Dan Berenang Dengan Anaconda 26 Kaki

Kemudian, ibu korban menghubungi pelaku Joko (suaminya) untuk merawat korban. "Penulis ini adalah ayah mertua korban, penulis menikah lagi dengan Eti karena ibu kandung korban akan meninggal," katanya.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Sabtu, 11 Mei 2019

Somplak! Tertipu Beli Sabu Pria Ini Malah Lapor Polisi

Tertipu Beli Sabu Pria Ini Malah Lapor Polisi

AURORA: Halo Polisi, seseorang sudah menipuku mentah-mentah dengan memberikan sabu palsu yang rupanya butiran gula putih”.


Dengan napas terengah-engah Wang, pria asal Desa Jiangsu – Cina melaporkan pembohongan yang menimpanya terhadap Polisi. Wang menyebutkan jika dirinya baru saja dikibuli oleh pengedar Narkoba Sabu (Metamfetamina).


Dirinya mengalami kerugian 1400 yuan atau sekitar 3 juta rupiah untuk membeli paketan sabu rendah kalori dari pengedar bernama Zhou.


Tentu saja para Polisi yang mendapatkan laporan Wang terheran-heran melainkan mereka konsisten berperilaku secara profesional dengan melayani keluhan Wang.


Polisi lantas membawa glondongan gula putih yang menyerupai sabu-sabu itu ke lab. Dan sesudah ditelaah rupanya memang benar itu gula putih autentik.

BACA JUGA: Cinta Ditolak, Pria Lempar Tinja Ke Wajah Cewek Gebetannya

Anehnya Wang juga mengaku jujur jika sebagian hari ini dirinya habis mengonsumsi narkoba dan benar saja sesudah di percobaan air kemih Wang positif narkoba.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Sabtu, 20 April 2019

Misteri Menyeramkan Di Dunia


AURORA: Sebuah Foto ataupun Rekaman Video bisa menjadi bukti otentik paling valid yang tidak pernah usang seandainya dibandingi dengan kesaksian dari seseorang.


Moment-moment yang terlewatkan bagus itu tragedi kemanusiaan, misteri penghilangan nyawa orang lain, penampakan misterius, momen langka maupun kejadian-kejadian aneh di dunia akan terus tersimpan kekal yang bisa menyebutkan terhadap generasi masa depan yang akan datang.


Sebuah Foto Polaroid dari Tara Calico, gadis meksiko yang diduga diculik dikala perjalanan pulang berbelanja dengan sepedanya dari supermaket.


Sosok Tara tidak pernah ditemukan seolah menghilang ditelan bumi semenjak ayah dan bundanya melaporkan kehilangan ke polisi pada 20 September 1988.  Berbulan-bulan upaya pencarian tidak kunjung membuahkan hasil.


Sampai 1 tahun kemudian Rene Riveva, seorang sheriff di Valencia menemukan sebuah foto di zona parkir perkantoran, nampak seorang gadis bersama dengan bocah laki-laki dalam kedaan tangan terikat dan mulup terbekap lakban.

BACA JUGA: Jembatan Paling Angker di Indonesia

Akhir-akhir bocah berusia 9 tahun itu dikenal bernama Micheal Henry, Jr yang juga dilaporkan menghilang pada April 1988 dikala sedang berburu kalkun dengan ayahnya. Hingga sekarang info kehilangan kedua nya tidak pernah terpecahkan dan jasadnya malahan tidak pernah ditemukan.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Jumat, 19 April 2019

Perampokan Paling Bodoh dalam Sejarah

Kasus Perampokan Paling Bodoh dalam Sejarah Kejahatan

AURORA: Tergiur dijanjikan uang lebih banyak oleh pemilik kios, kawanan perampok rupanya balik lagi dan endingnya dicokok.


Ini bukanlah cerita komedi tetapi sebuah kisah kongkret perampokan paling bodoh dalam sejarah melanggar hukum yang baru-baru ini terjadi di Belgia.


Sekiranya Jam 3 Didier pemilik kios rokok elektronik Vape di Charleroi, sebuah kota pinggiran Brussels tidak pernah menduga jika kalau tokonya akan disusupi 6 orang perampok.


Didier mencoba untuk berdiplomasi dengan para perampok, dengan mengatakan jikalau kawanan perampok itu pantasnya pulang saja dahulu nanti balik lagi ke tokonya sekitar jam 17.30 jikalau kios telah ingin tutup.


Saya tak memberikan apa saja kepada mereka, saya berkata di kotak kasir Hanya ada 1000 Euro (sekitar 17,3 juta) jikalau nanti kalian balik lagi sesudah kios laris, uang yang terkumpul dapat menempuh 3000 Euro (54 juta).

BACA JUGA: Kucing Tercantik di Dunia

Anehnya gerombolan perampok itu percaya saja pada ucapanku, lalu mereka hengkang. Peristiwa ini diterapkan Didier untuk lantas menelepon Polisi, tetapi Polisi menjawab dengan lugas bahwa para perampok itu tidak mungkin lagi balik ke tokonya.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Senin, 01 April 2019

Aneh, Pria 19 Tahun ini Senang Bisa Masuk Penjara Lagi. Alasannya Bikin Tepuk Jidat



AURORA: Masuk penjara tentu menjadi hal yang menakutkan bagi semua orang. Terlebih lagi mengetahui kehidupan penjara yang begitu tidak mengenakkan, hingga disebut-sebut sebagai “neraka dunia”.

Meski demikian, masih saja orang-orang melakukan perbuatan yang melanggar hukum, seolah tidak memperdulikan kehidupannya setelah ditangkap pihak berwajib.


Begitu pula dengan pemuda bernama Gede Kama ini.

Ia bahkan sudah keluar masuk bui sebanyak dua kali. Terakhir ia keluar pada 20 Januari 2018 lalu atas kasus pencurian ponsel.


Namun secara mengejutkan, setahun pasca kebebasannya, pemuda 19 tahun tersebut harus kembali merasakan dinginnya tidur di balik jeruji besi.

Gede Kama kembali ditangkap polisi karena kasus yang sama.


Namun penangkapan terhadap Gede Kama bukanlah perkara mudah. Pria pengangguran ini terkenal ‘licin’ dan mahir bersembunyi. Setidaknya polisi harus memburunya selama enam hari lamanya.

“Jangan tertipu dengan casingnya. Dia ini (Gede Kama,red) memiliki kemampuan menganalisis rumah-rumah yang tidak ada penghuninya. Kami sudah lakukan tes kejiwaan, hasilnya normal. Makanya saya tegaskan jangan tertipu dengan casingnya,” kata Kapolsek Busungbiu, AKP I Made Agus Dwi Wirawan.


Sementara itu, Gede Kama yang terancam akan hidup di penjara justru mengaku senang.

Alasannya pun membuat terkejut dan miris.

“Ya senang, karena dapat nasi,” tuturnya.

Ya, menurutnya, dengan hidup di penjara, ia tak perlu lagi pusing memikirkan bagaimana caranya untuk mengisi perutnya.

BACA JUGA:  Kebanyakan Duit, Bikin Pagar Rp2 Miliar dari Motor Legendaris
“Saya curi HP untuk selfie. Saya curi sendiri, tidak ada yang nyuruh. Terakhir keluar dari Lapas Singaraja 20 Januari 2018 lalu. Saya ditahan selama 10 bulan, saya tinggal sendiri. Bapak sudah meninggal, ibu kawin lagi,” terangnya.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Minggu, 24 Maret 2019

Berebut Perempuan, Solikin dan Mahfud Saling Bacok

image_title
  • barang bukti celurit yang digunakan untuk perkelahian.
AURORA: Karena memperebutkan seorang perempuan, Solikin (40) dan Mahfud (30) berkelahi dan adu bacok dengan menggunakan celurit. Akibat kejadian ini, keduanya mengalami luka-luka.


Kapolres Lumajang Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Arsal Sabhan mengatakan, kejadian ini terjadi pada Jumat, 4 Januari sekitar pukul 21.00 WIB. Arsal menjelaskan, awalnya Polsek Tempeh mendapat laporan dari seorang warga bernama Zainul Arifin bahwa ada dua orang warga berkelahi dalam keadaan mabuk.


Mendapati laporan tersebut, seorang anggota Babinkamtibmas Aipda Dimas bersama Bripka Rino Kepala SPKT Polsek Tempeh langsung mendatangi lokasi kejadian.


"Benar saja ditemui ada dua warga yang sedang sengit bertarung dengan membawa celurit di tangan sambil bercucuran darah pada tubuh keduanya," kata Arsal.

BACA JUGA: Tiga ABG Bekasi Dipajang di Akuarium, Dijual di Bali

Tanpa pikir panjang, senjata api diletuskan oleh petugas sebagai peringatan agar keduanya berhenti dan seketika kedua warga tersebut berhenti. Keduanya langsung roboh karena luka yang diderita cukup serius dan darah banyak yang bercucuran keluar.

KLIK UNTUK GAMBAR LAIN NYA




Senin, 18 Maret 2019

Berdalih Usir Roh Jahat, Suami Istri Cabuli Dua Anak Mereka

Ilustrasi/Kekerasan seks terhadap anak.

AURORA: Pasangan suami istri berinisial R dan I mencabuli anak mereka, yang berusia 17 dan 23 tahun, dengan alasan untuk menghilangkan roh halus yang bersarang di tubuh korban.


Kepada polisi, tersangka I mengatakan anaknya berperilaku buruk. Belum lagi anaknya disebut selalu sial. Salah satu buktinya, kata dia, adalah anaknya yang paling dewasa sudah punya anak hasil hubungan dengan pria.


Lantaran itu, dia pun memaksa anaknya untuk bersetubuh. Hal itu terpaksa dilakukan karena menurut kepercayaan keluarganya, cara itu untuk membuang sial. Perbuatan ini dilakukan di kediaman suami istri itu di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.


"(Saya) tidak buka praktik (perdukunan). Keyakinannya, seperti itu (melakukan ritual cabul bila mau buang sial). Jadi, biar enggak sial 7 turunan. Buktinya tak ada yang benar sama sekali kelakuan (anaknya)," ujarnya di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis 7 Februari 2019.


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Polisi Andi Sinjaya Ghalib, mengemukakan dari pemeriksaan pelaku bersikukuh ada roh jahat dalam tubuh kedua anaknya.

BACA JUGA:  Berlayar di Atas 'Hotel Bintang Lima'
"Jadi ini kepercayaan yang dimiliki pelaku secara turun temurun katanya untuk menghilangkan roh halus yang ada di tubuh kedua anaknya. Caranya dengan melakukan ritual pencabulan itu, jadi terkesan seperti dukun praktiknya," kata Andi.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA

Jumat, 15 Maret 2019

Bahaya Kekerasan Seksual Perempuan Pasca Tsunami

Ilustrasi kekerasan perempuan.
  • Ilustrasi kekerasan perempuan.
AURORA: Tsunami di Selat Sunda yang menghantam sebagian wilayah Banten dan Lampung, memicu masalah baru yang rentan mengintai masyarakat. Kasus kekerasan seksual pada kaum perempuan berpotensi besar hadir di tengah-tengah pemulihan bencana.


Banyak yang tidak menyadari bahwa kasus kekerasan seksual pada perempuan rentan mengintai usai bencana. Kasus itu terjadi karena kondisi infrastruktur wilayah terdampak bencana yang rusak.


Akibatnya, tenda dan toilet tidak terpisah antara perempuan dan laki-laki, lokasi sumber air bersih yang jauh dari pengungsian, dan tidak tersedianya penerangan yang memadai karena aliran listrik terputus. Serta tidak ada sistem keamanan di pengungsian, seperti ronda malam, seperti dikutip dari siaran pers Kemenkes RI.


Untuk mencegah hal tersebut, perlu koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial untuk menempatkan kelompok rentan di pengungsian. Diupayakan juga MCK (Mandi, Cuci, Kakus) laki-laki dan perempuan disediakan terpisah, namun jika tidak memungkinkan diharapkan adanya kesadaran dari masyarakat untuk saling menjaga.


Selain itu, perlu penerangan yang cukup dan memastikan pintu MCK dapat dikunci dari dalam. Dilakukan juga koordinasi dengan penanggung jawab keamanan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.

BACA JUGA: Dinyatakan Meninggal, Pria Ini Hidup Lagi Lalu Pergi ke Pub

Tenaga kesehatan memastikan tersedianya pelayanan medis dan psikososial di pengungsian dan memastikan adanya mekanisme rujukan, perlindungan dan hukum yang terkoordinasi untuk penyintas.

KLIK DISINI UNTUK SELANJUTNYA
<< << << << Please Share If You Like >> >> >> >>